Sevilla – Kisah Lukisan Saint Antony yang di Mutilasi dalam Gereja

Kisah tentang sepotong lukisan yang di congkel dan dicuri di dalam sebuah gereja di Sevilla tak sengaja saya dapat dari seorang Tour Leader bernama Miss Maria yang menemani saya mengelilingi Cathedral of Sevilla. Kisah ini rasanya lebih menggelitik rasa penasaran saya dibanding kisah makam Christopher Columbus yang juga bersemayam di tempat yang sama. Lukisan yang dimaksud tersebut diberi nama Vision of St. Anthony of Padua. Merupakan karya terbesar dari pelukis Spanyol paling terkenal dimasanya, Bartolome Esteban Murillo.

saint antonio

Ciri lukisannya yang realis dan renebrism – kombinasi kontras antara cahaya dan bayangan- membuat karyanya kaya akan warna-warna elegan khas ilustrasi buku-buku dongeng yang sering saya lihat. Ciri khas ini lah yang lantas menjadikan lukisannya menjadi berkelas dan bernilai jual tinggi, incaran kaum borjouis dan aristokrat pada masa itu. Tahun 1660, pelukis ini juga tercatat pernah mendirikan sekolah lukis ‘Academia de bellas Artes’ di Sevilla.

Lukisan Saint Anthony atau San Antonio dalam bahasa Spanyol, merupakan lukisan Murillo yang menjadi paling dikenal karena pernah hilang dan dicuri didalam Cathedral. Tidak masuk akal. Bagaimana mungkin lukisan sebesar itu hilang ? Tanya saya kepada Maria. Jelas terlihat dan terpampang di dinding, lukisan berukuran 18 x 10 kaki tersebut memang sangat besar dan mustahil untuk diangkat dengan mudah oleh pencuri. Lalu ketika Maria meminta saya memperhatikan ulang dengan seksama, barulah terlihat adanya garis samar di ujung pojok kanan paling bawah dari lukisan.

Lukisan mahakarya tersebut ternyata dicuri dengan cara disayat atau di mutilasi di bagian pojok kanan bawah lukisan dimana St. Anthony sedang dalam posisi berlutut. Pencuri memutilasi lukisan St. Anthony selebar 7 x 5 kaki pada tahun 1874. Lukisan yang kemudian ditemukan sekitar 8 minggu setelah pencurian, dikembalikan ke Spanyol dari rumah seni seorang Kolektor Amerika Serikat yang membelinya dari si pencuri nekat yang menjualnya ke kolektor seharga $250 saja.

Sepotong lukisan yang tentunya menjadi sedikit rusak itu kemudian ditempelkan kembali ke lukisan asalnya dengan bantuan seorang ahli bernama Senor Cubells. Si ahli ini pastinya seorang seniman sangat cermat dan memiliki kemampuan seni yang luar biasa sehingga bisa mengembalikan keadaan lukisan tersebut ke posisinya dengan sempurna.

10502237_10202192620477221_8071979131944539132_n

Dalam sejarahnya, Cathedral of Sevila sebagai tempat dimana lukisan indah ini berada adalah bekas dari masjid agung Sevilla di masa kejayaan Andalucia yang nyaris rata dengan tanah karena gempa di tahun 1365. Setelah gempa tersebut, dibangunlah sebuah gereja Katolik bergaya gothic yang hingga kini masih menjadi Gereja terbesar ketiga di dunia setelah St. Peter di Roma dan St. Paul di London.

10502237_10202192620397219_1767514525885322653_n

Tepat disamping cathedral, terdapat sebuah menara indah yang di sebut dengan La Giralda atau Giralda Tower yang merupakan lonceng gereja dari Cathedral Sevilla. Konon dulunya Giralda ini adalah menara atau minaret Masjid saat Sevilla berada di bawah kekuasaan Islam dan menjadi salah satu dari tiga minaret peninggalan Almohad yang masih terawat sampai saat ini, selain Kutubiyya di Marakesh dan Tower Hasan di Rabat, Marocco. Untung saja, saat gempa menara ini masih bertahan dan hanya bagian atasnya yang rusak dan digantikan dengan tempat lonceng gereja.
gothic menara

gothic menara

gothic

Rasa keingintahuan yang dalam mengenai sejarah masa lampau, dimana pernah tercatat bahwa sebelum gereja ini berdiri telah berdiri sebuah masjid agung, adalah alasan utama mengunjungi Kathedral yang halamannya dipenuhi pohon jeruk ini.

Selain terkenal sebagai Cathedral terbesar ketiga di dunia, Cathedral Sevilla ini sebenarnya menjadi terkenal karena didalamnya terdapat makam dari Christopher Columbus, pelaut asal Italia si penemu Benua Amerika. Colombus melakukan perjalanannya dengan dana dari Ratu Isabelle sang Ratu Spanyol setelah sang Ratu berhasil menaklukkan Andalusia. Dari perjalanan tersebut itulah akhirnya dipastikan dan disimpulkan bahwa bumi itu bulat, bukan datar atau plat seperti perkiraan mereka sebelumnya.

Sama sewaktu masih hidup, ternyata jasad Columbus pun setelah dimakamkan telah berkelana ke banyak tempat sebelum akhirnya dipindah ke Kathedral Sevilla.
1. Awalnya dimakamkan di kota Badajoz dekat Madrid
2. Dipindahkan ke La Cortuja Monastery Sevilla selama 30 tahun.
3. Sesuai dengan Surat Wasiat Columbus maka jenasahnya dipindah ke Dominika.
4. Ketika kekuasaan Spanyol atas Dominika lepas, jenasah terpaksa dipindah ke Cuba selama 160 tahun.
5. Di Cathedral Sevilla hingga saat ini.

Haduuh…Benar-benar petualang sejati ya. Hidup dan mati pun penuh dalam petualangan.
columbus

10513346_10202192665598349_7671413896755247941_n

Begitu dihormatinya Columbus ini oleh kerajaan Spanyol karena membawa nama Spanyol dalam pelayaran ke Benua Amerika yang awalnya di klaim sebagai Benua yang ditemukan oleh Columbus, walaupun kemudian banyak fakta yang menunjukan bahwa bukan mereka penemu pertama Benua tersebut. Di Cathedral Sevilla ini, jasad Columbus diletakkan dalam peti yang dipanggul oleh 4 orang pengawal yang dibajunya memakai lambang 4 kerajaan Spanyol, yaitu Kerajaan Kastila, Kerajaan Leon, Mahkota Aragon dan Kerajaan Navarre yang diartikan sebagai perwakilan masing-masing kerajaan di Spanyol.

columbus

Namanya juga makam, tentu saja ada kesan seram yang terasa saat kita melintas. Kesan tersebut hampir dirasakan sama menurut sebagian besar pengunjung. Ya mungkin saja disebabkan suasana temaram dalam makam yang terletak di sebelah timur Kathedral untuk memberi kesan dramatis.

1904234_10202185550420474_8853951249658963896_n

Lain halnya pemandangan yang terlihat diluar Cathedral. Suasana nyaman dan astri karena banyaknya pohon jeruk yang bertebaran di area halaman, membuat hawa yang sudah sejuk bertambah sejuk dan segar.

Di luar Cathedral juga terdapat banyak kereta kuda sejenis Andong yang berjejer rapi dan bisa dipergunakan untuk berkeliling area Kathedral. saya lupa berapa tarifnya, karena saat itu saya sedang asyik menyaksikan penjual Salad Buah yang berwajah pemain bola ! Saking terpananya, saya lupa mengambil foto untuk kenang-kenangan🙂
kereta kuda

kereta kuda

Puas berputar di area Cathedral yang luas, kami pun sempatkan berbelanja sedikit souvenir khas Sevilla. Duduk sejenak melepas penat di cafe di dekat toko souvenir. Jika hari tak cepat beranjak, tentu ingin rasanya berlama-lama menghabiskan sisa sore yang mengesankan di cafe a la Espana yang unik itu.
Dan di perjalanan pulang dari menyusuri sudut kota Sevilla, kami juga mengabadikan keberadaan kami di taman kota yang luas dan dipenuhi bunga-bunga sisa musim semi. Berwarna warni dan indah dipandang mata. Memberi kesan yang dalam dan sulit untuk dilupakan.

cafe sevilla

taman di sevilla

by : Wandra Aira – Indonesie

Categories: Updates | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: