Kekuatan Doa ( My Umra with my Daughter)

Alhamdulillah, keagungan dan kedamaian kota suci di kali kedua kunjungan dapat kembali kujalani dengan nikmat sehat. Lebih menyenangkan lagi karena saya menjalani ibadah ini bersama putri kecilku tercinta, Aurel Raissa yang sungguh bersemangat dalam menunaikan segala urutan ibadah yang wajib dilakukan saat Umrah.

Perjalanan yang kami tempuh, sungguh merupakan penerbangan udara yang benar-benar memakan waktu yang sangat panjang.  Rute yang tentu saja melelahkan untuk seorang dewasa sekalipun, terlebih untuk Aurel yang terhitung masih bocah. Hanya ada travel via Bandung yang memang terpaksa diambil karena hanya rute itulah yang waktunya bertepatan dengan tanggal cuti yang saya ambil untuk dapat melaksanakan perjalanan ini bersama Aurel.

Sanggup, Aurel ? Sanggup Mom! jawabnya lantang dan bersemangat.🙂

Yah, dia sanggup. So, let’s rock. Dan kami optimis untuk dapat melakukan perjalanan ini dengan Bismillah.

Bpn – Bjm – Bdg – Sing – DXN – Cai

Perjalanan puluhan jam yang amaat panjang. Di pagi hari di Bandung setelah Transit dari Banjarmasin, saya dan Aurel masih menunggu siang untuk berkumpul bersama peserta lain yang mungkin masih bersiap-siap santai di rumah mereka masing-masing. Di Resto Solar** tempat berkumpul yang tidak bersahabat di daerah Bandara Husein Sastranegara dimana mereka tidak memperbolehkan kami meninggalkan tas koper segede lemari yang dititipkan di meja dimana kami telah menghabiskan makan dan minum hanya untuk pergi ke toilet yang terletak di seberang jalan Resto.

Akhirnya, setelah nego yang alot, dan memberikan kata-kata ‘iklas’ jika tas kami hilang hanya karena kami ke toilet, barulah kami berdua bisa ke toilet. Padahal, jika toilet yang mereka sediakan tidak rusak, tentu saja tidak perlu bersusah-susah ke seberang jalan. Sabar ya Aurel🙂 Anggap saja ujian pertama kita.

Pun saat transit di Singapore setelah dari Bandung. Waktu transit enam jam lebih sudah membuat Aurel kelelahan dan mendadak panas tinggi. Beruntung, obat-obatan yang sekiranya diperlukan, cukup lengkap saya bawa dan meredakan demam Aurel untuk sementara. Airport Changi yang bersih dan modern, juga cukup nyaman untuk Aurel beristirahat. Teman-teman baru di rombongan juga berbaik hati bahu membahu meringankan kerepotan saya mengurus seorang anak yang sedang sakit.

Ada kisah yag cukup mengharukan ketika akhirnya saya merawat Aurel di musholla Airport tersebut. Aurel terus-terusan merintih karena panas demam yang dia rasakan. Seorang ibu berbusana khas Arab, menghampiri kami di pojok musholla  setelah menunaikan Sholat. Beliau dengan bahasa Inggris yang fasih, mengajak kami berkomunikasi. Ternyata ibu ini orang Mesir dan bertujuan yang sama dengan kami. Dengan tangan lembutnya, lantas ibu ini dengan ketulusannya mengusap wajah Aurel. Duduk disisinya lalu membacakan doa dengan khusyu. Beliau juga mengajak Aurel untuk tetap semangat mengingat perjalanan yang masih sangat jauh, lalu mengusap lagi wajah Aurel lembut dengan tangannya. Mengecut kening Aurel, lalu bangkit berlalu setelah mencium pipi kiri kanan saya. Saya bahkan terpana menatapnya sampai hilang di balik pintu mushalla. Nun jauh di negeri orang, ada saja orang berhati emas yang membuat saya yang sempat merasa khawatir sendiri kembali bersemangat.

Aurel yang tadinya tergolek lemah dan merintih manja, lalu menggenggam tangan kananku erat dengan wajah polosnya.

“Kuat ya Nak.. Sedikit lagi ” Kataku dengan optimis.

“Iya. Aurel cuma capek” jawabnya lirih, namun duduk dengan cepat lalu memasang kaos kakinya.

Alhamduliilah…

Doa memang sebuah kekuatan. Masih juga kuingat betapa DOA juga kupanjatkan khusus setahun kemarin ketika menunaikan Umrah sendirian. Saat itu aku berdoa khusyu, agar bisa kembali berkunjung ke rumahNya dengan belahan hatiku. Allah menjawab doaku bahkan sebelum tepat setahun. Alhamdulillah ya Rabb…

ImageImage

Cairo – Madinah

Rombongan menghabiskan waktu beberapa hari untuk menikmati keindahan kota-kota di Mesir. Aurel masih lemah karena di perjalanan pesawat menuju Cairo, dia masih  tergolek lemah kelelahan. Walaupun sudah tidak demam, namun selera makannya hilang begitu saja. Aurel ku yang riang, kali itu tidak seperti biasa.

Dia hanya banyak menghabiskan waktu tiduran dalam bis di perjalanan kami mengelilingi Cairo dan Alexandria. Namun di Giza, Aurel sudah bisa tersenyum dan bercanda karena melihat Onta di seputaran Piramid Giza yang tersohor. Bahkan Aurel berkali-kali minta di foto dengan latar belakang Onta. Walaupun saya harus mencuri curi dari pemilik Onta, karena jika mereka tau, tentunya mereka meminta bayaran yang sungguh ajaib.😛

Image

Di akhir perjalanan di kota Giza, saya sengaja mengingatkan Aurel sedari check out Hotel untuk mengenakan pakaian Abayat (gamis panjang) karena sore itu kami akan langsung bertolak menuju Madinah. Aurel menurut dan mau mengenakan pakaian dengan warna penutup kepala yang sama dengan yang saya kenakan.

Hal ini cukup menolong dan menghindarkan kami dari saltum alias salah kostum🙂. Jadi kami tak perlu repot lagi mengganti baju kami setibanya di Madinah yang memang notabene memberlakukan aturan yang ketat soal pakaian. Abayat serba hitam terlihat dimana mana di sekitar airport Madinah. Itu membuat anggota rombongan kami yang berbusana casual warna meriah dan menyala sedari perjalanan di Giza menjadi panik dan alhasil mengganti pakaian mereka dengan terlebih dahulu membongkar isi tas koper mereka setiba di bandara Madinah.

Image

Syukur tak terhingga, ketika tiba di Madinah, Aurel menjadi sangat bugar dan bersemangat ! Seharian menjalankan banyak ibadah di Masjid Nabawi dengan riang. Seringkali kami berjalan kaki sepulang Sholat Ashar memutari jalan lain sekedar mencari makanan Indonesia. Padalah hotel yang kami tempati tepat berada disisi Masjid.

Pun di Makkah, Aurel tetap sehat dan bahkan menjalankan semua ibadah dengan tak kenal lelah. Entah energi dari mana, karena kadang saya pun merasa kasihan dia harus bangun sangat dini hari di pukul 3 untuk bergegas ke Masjid agar tidak berjejal Sholat Subuh. Balik ke hotel di depan masjid untuk sarapan, lalu kembali ke masjid. Begitu saja selama berhari-hari di Makkah. Meskipun namanya anak kecil, kadang Aurel tertidur pulas dalam masjid dari setelah Dzhur sampai menginjak waktu Ashar.

Dengan senang hati dan berbahagia, kami bergandengan tangan berdua pergi dan pulang dari masjid. Sekali waktu, kami bahkan tergelak lepas sambil menikmati ice cream dengan duduk di pinggir toko tak jauh dari masjid. Senyum tak lepas dari wajahnya yang polos. Senaangg sekali, nak membuatmu bahagia. Semoga dilain kesempatan, bisa kembali menikmati momen-momen indah ini bersama abang-abang dan nenek Aurel juga kami sekeluarga. Amiin YRA

Image

1011375_10200257839268900_536475304_n

580273_10200257816428329_1314676697_n

Categories: Updates | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: