Artemis di Ephesus, Izmir

Dikisahkan bahwa ternyata di jamannya,  Ratu Cleopatra pernah berbulan madu di kota Ephesus pada suatu saat di musim semi.

Ephesus, Kota Yunani Kuno di sebelah barat dari Anatolia, kota Selçuk, Provinsi Izmir. Kota ini adalah salah satu dari dua belas kota dari liga Ionian dalam sejarah pemerintahan Yunani kuno.

DSC01628

Depan Ottoman Clock Tower, Izmir

Sebelum perjalanan menuju  kota kuno Ephesus, dalam perjalanan kami singgah sebentar di Ibukota Provinsi Izmir yaitu Kota Izmir. Kota ini terkenal dengan para wanita cantik. Sampai-sampai mereka mengibaratkan, diantara sepuluh wanita di Izmir, maka yang cantik ada sebelas orang.

DSC01632

Salah satu gadis Izmir yang tertangkap kamera🙂

Kami juga menyempatkan mampir sejenak untuk foto stop di depan patung Meryem Ana (Siti Maryam/Bunda Maria). Sebagian teman-teman yang lain juga berkesempatan mengunjungi rumah Meryem Ana yang berada di satu kawasan dengan Ephesus pada satu hari sebelum kunjungan ke Ephesus.

Rumah Bunda Maria atau disebut “Panaya Kapulu” terletak di selatan Ephesus di kaki Gunung Bülbül yang tenang dan berpemandangan indah. Pada awalnya,  Meryem Ana dibawa  ke Ephesus oleh pengikutnya karena Yerusalem sudah dianggap tidak aman lagi. Meryem Ana ditinggal  dan  akhirnya meninggal di tempat ini. Baru pada akhirnya tahun 1891, rumah ini ditemukan sesuai dengan detail yang digambarkan oleh Biarawati Catherine Emmerich.

DSC01666

Patung Meryem Ana

DSC01647

sementara menunggu teman-teman mengunjungi rumah Meryem Ana

Perjalanan kemudian dilanjutkan esok harinya ke Ephesus. Disini ada candi terkenal dengan nama candi Artemis. Selesai dibangun 550 SM, merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, candi ini di robohkan  di tahun 401 oleh massa yang di dalangi oleh St.John Chrysostom.

Ephesus dulunya adalah kota yang dikuasai oleh Lysimachia, salah seorang jendral perang Alexander Agung. Sepeninggal Alexander Agung, wilayah-wilayah taklukan di perebutkan dan dibagi-bagi oleh para jendralnya karena  Alexander mati muda dan tidak mempunyai anak sebagai penerusnya. Ephesus kemudian dikuasai oleh Kekaisaran Romawi pada 88 SM. Sempat terjadi pemberontakan, tapi kemudian berhasil dikuasai kembali oleh Romawi dibawah pimpinan Lucius Cornelius Sulla dua tahun kemudian, 86 SM.

Diceritakan bahwa Kaisar Romawi Mark Anthonius dan Ratu Mesir Cleopatra pernah berkunjung pada musim semi ke Ephesus pada 33 SM untuk berbulan madu. Pada masa kaisar Augustus, 27 SM, Ephesus dijadikan ibukota untuk provinsi Anatolia Barat dari Kekaisaran Romawi, sejak inilah Ephesus berkembang menjadi kota besar masa itu. Puncak kejayaan Ephesus terjadi pada abad ke-2 Masehi. Gempa juga pernah menghancurkan kawasan ini.

Tur yang kami lewati berawal  dari puncak bukit, dimana sejarah kota ini berawal. Pilar-pilar marmer berjejer di sepanjang jalanan masuk yang juga terbuat dari batu marmer.

DSC01678

Ada beberapa bangunan utama di kawasan kota kuno ini diantaranya yang sempat saya ingat;

Odeon –  teater yang dibangun oleh Vedius Antonius di tahun 150 Masehi merupakan ruang perjamuan dan pertunjukan untuk skala sekitar 1500 an orang .

DSC01670

Theatre Odeon

Candi Hadrian – Candi dari abad ke dua,  tetapi mengalami pemugaran pada abad ke empat dan telah didirikan kembali  dari bongkahan  reruntuhan yang masih selamat. Relief bagian atasnya adalah imitasi, dan aslinya ada di pajang di Museum Arkeologi Selçuk Kusadasi,Turki. Dapat disimak pula dalam gambar mata uang Turki pecahan 20 Lira.

DSC01680

Candi  Domitian –  Theater atau stadion multi. Selain sebagai tempat pendidikan juga untuk pertunjukkan budaya dan gladiator.  Menjadi tempat dimana dulu para Gladiator saling bertarung. Gladiator adalah budak petarung dan konon, budak tersebut bisa membeli kebebasannya jika telah memenangkan seratus pertarungan.

DSC01693

Mendaki tangga-tangga menuju Domitian / Gladiator

Gladiator,  tugasnya hanya untuk bertarung melawan sesama Gladiator maupun binatang buas. Mereka adalah para petarung yang sangat kuat di zaman Romawi Kuno. Pertarungan mereka menjadi konsumsi publik yang exclusive di jaman itu dan sangat dinantikan. Semakin cepat mengalahkan lawannya, maka semakin hebat Gladiator itu dan tepuk tangan akan semakin membahana dan bergemuruh.

gladiator___wikimedia

Ilustrasi Gladiator – Wikipedia

DSC01697

Tempat Gladiator

Masih banyak lagi bangunan-bangunan yang kami lewati termasuk diantaranya reruntuhan pasar kuno, juga sarana-sarana umum lain seperti perpustakaan Celsus, jalan-jalan kota dengan pilar-pilar di kiri kanannya, rumah sakit, Hamam (pemandian umum), ‘Rumah Cinta’ yang berseberangan dengan perpustakaan. Diketahui kemudian bahwa ternyata ditemukan lorong bawah tanah yang menghubungkan antara Perpustakaan Celsus dengan ‘Rumah Cinta’ ini. Jadi ketika para istri ke pasar, para lelaki pamit ke Perpustakaan, tapi sebenarnya ke ‘Rumah Cinta’.  Dari jaman dulu ternyata banyak juga laki-laki hidung belang ya.😛

DSC01686

Perpustakaan Celsus

Yang juga menjadi ciri khas kota Romawi adalah toilet umum untuk para bangsawan dan orang-orang kaya saja. Dudukannya berdekatan tanpa sekat, dan dikaki mereka mengalir air buat cebok. Kasian orang yang berada di paling ujung, menggunakan air bekas orang-orang sebelumnya. Jadi kebayang mereka buang air sambil melihat orang disebelahnya juga melakukan kegiatan yang sama

Selcuk_20110604_0106_Ephesus

DSC01672

ini bukan kucing jaman Romawi Kuno …😛

Di akhir kunjungan, sempat pula ditampilkan pertunjukan a la Romawi Kuno oleh theatre lokal di area Ephesus kota kuno. Sayang, kamera yang saya gunakan sudah terlanjur low batt sehingga tidak berkesempatan untuk mengabadikan pertunjukan yang menarik tersebut.

END

Ramai-ramai di depan hotel

Ramai-ramai di depan hotel

DSC01656

Categories: Updates | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: