Adat Unik Di Pamukalle – Jelajah Turki

Seorang ayah akan meletakkan botol bekas minuman ke atas atap rumah mereka jika keluarga tersebut memiliki anak perempuan yang telah siap untuk menikah.

IMG_3102

Dikisahkan langsung oleh Luna dan katanya hal itu dilakukan agar pemuda-pemuda sekitar dapat mengetahui signal tersebut. Satu botol untuk tiap gambaran anak perempuan. Jika si anak perempuan ada dua, maka mereka akan terlihat memiliki 2 botol di atas atap rumah mereka. Jika anak perempuan mereka masih muda dan langsing maka botol yang digunakan adalah botol kaca yang langsing. Namun, jika anak perempuan mereka gemuk dan berumur, botol yang digunakan juga adalah botol berukuran besar yang terbuat dari plastik. Dan tidak ingin jika pemuda yang mengincar terkecoh dan merasa dibohongi, botol akan dipasang terbalik jika anak perempuan mereka sudah pernah menikah alias  janda. Hehe, benar – benar istiadat yang unik ya. Terbayang, jika kebiasaan ini berlaku di Indonesia, mungkin ayah saya akan memasang botol galon aqua di atas atap rumah saya.😛

Kisah mengenai adat istiadat unik tersebut didapat ketika bis yang kami tumpangi melintas di desa yang dimaksud di  daerah Pamukalle, Turki. Daerah Pamukalle  ini memang juga menjadi salah satu tempat yang kami kunjungi selama di Turki selain tempat-tempat lainnya.

Pamukalle

Hari sudah beranjak sore ketika kami memasuki wilayah Pamukalle untuk mengunjungi sebuah situs alam di Propvinsi Denizli Turki Barat sekitar 18 km dari provinsi denizli. Untuk menuju ke sana, kita bisa naik jasa travel atau bus yang tersedia di bandara menuju tujuan Istanbul Atasher. Dari situ kita lanjutkan perjalanan menuju Denizli ottogar.  Di tempat ini terdapat dua lokasi wisata  yakni Hierapolis dan Travertines.

Gerbang Hierapolis

Kawasan Hierapolis

Tujuan utama para turis manca atau lokal yang berkunjung ke Pamukalle biasanya adalah ke Travertines. Sebelum ke Travertines, kita akan melewati Kota Kuno Hierapolis. Banyak reruntuhan bangunan koa tua jaman Romawi. Bernama Hierapolis (Hiera:dewi Hera, Polis : Kota) karena dulunya disini terdapat kuil Hiera.

Dan setelah berjalan jauh melalui Herapolis, tibalah di tempat Travertine. Disini akan kita temui sumber air panas yang berbentuk terrace.  Mineral karbonat yang dibawa oleh air  mengalir menuruni lereng gunung dan mengendap perlahan sehingga sepanjang penggunungan menjadi menyerupai air terjun beku berwarna putih yang bertingkat-tingkat. Disini kita diminta untuk melepaskan alas kaki untuk menikmati hangatnya air yang mengalir.

kawasan Travertines dari atas

indahnya Sunset di pamukalle

Di daerah yang paling puncak, terlihat pemandangan sekitar Pamukalle yang sangat indah. Apalagi saat itu sedang sunset, langit bersemu kemerahan dan redup. Ditambah hawa yang dingin, angin yang sayup-sayup basah, maka suasana menjadi sangat syahdu dan romantis. Puas-puaslah mengabadikan keindahan alam Pamukalle. Merendam atau membasahkan diri ke airnya yang hangat dalam hawa yang dingin, atau sekedar bercanda gurau sambil memandangi keindahan panorama sekitar.

Bersama Luna. Tur Guide 😉

menikmati air hangat alami

Santai, lupakan dunia..nikmati hangatnya sumber mata air panas

Setelah puas dan kembali turun menuju pulang, jangan lupa membeli aneka souvenir khas yang dijual di toko-toko souvenir yang banyak terdapat disana.

Categories: Updates | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: