Antara Tugu Monas dan Obelisk of Luxor

Di kawasan La Place de la Concorde- Paris, ada sebuah alun-alun yang dibangun pada tahun 1755. Alun-alun ini berbentuk octagon yang dikelilingi oleh parit antara Champs Élysées di barat dan Tuileries Garden di Timur.  Tempat ini dihiasi oleh tugu, patung penunggang kuda dan air mancur.

Obelisk of Luxor

Kawasan La Place de la Concorde

Dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat para kaum Bourgeoisie / bangsawan Perancis menyaksikan adegan berdarah yang mengerikan sebagai hiburan mereka. Ini adalah kegiatan penghukuman untuk para kriminalis yang dihukum dengan cara dipotong hidup-hidup (pancung/penggal) dengan alat pemenggal ‘guilotine’.

Banyak pula pejabat penting yang dipenggal di depan penonton yang bersorak riuh, yaitu : Madame du Barry, Georges Danton, Camille Desmoulins, Antoine Lavoisier, Maximilien Robespierre dan Louis de Saint-Just. Ketika revolusi, guillotine ini kemudian ditiadakan dari alun-alun.

Di wilayah la Place de la Concorde ini ada sebuah tugu / Obelisk of Luxor yang bentuknya menyerupai bentuk Tugu Monas yang ada di Jakarta. Tugu ini merupakan hadiah dari Mohammed Ali Pasha – Wakil Raja Egypt / Mesir untuk Charles X, yang diberikan pada tahun 1829. Charles X adalah Raja Perancis dari tahun 1824 sampai dengan tahun 1830. Dia adalah saudara dari Raja Louis XVI dan Raja Louis XVIII. 

Soekarno / Bung Karno yang menjabat sebagai Presiden RI waktu itu pernah melawat ke Paris dan menginap di sebuah hotel di depan kawasan La Place de la Concorde yang bernama Hotel Crillon. Hotel ini biasa digunakan para tamu Negara untuk menginap. Dari jendela kamar beliau, Bung Karno bisa langsung menyaksikan pemandangan alun-alun di La Place de la Concorde yang berhadapan dengan hotel. Konon katanya, Tugu / obelisk yang terletak di alun-alun itu menimbulkan ide dari Bung Karno untuk membangun Monas sebagai Tugu Nasional di Jakarta.

Tugu Monas - Jakarta

Dilihat sepintas, Monas dan Obelisk of Luxor memang agak mirip. Namun jika diperhatikan benar-benar, memang ada perbedaan yang membedakan keduanya. Lagipula, bentuk tugu, di mana pun pada umumnya kebanyakan memang berbentuk tinggi menjulang dengan bentuk runcing di puncaknya.

So, kira-kira, presiden kita sekarang bisa tidak ya membangun Tugu baru yang memang benar-benar khas bangsa Indonesia ?😉

Categories: Updates | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Antara Tugu Monas dan Obelisk of Luxor

  1. tahu g’ gan klw.. obelisk tuh dibuat pemujaan oleh para satanis(penyembah setan)??

    obeliks sendiri udah ada pada jaman mesir kuno.. yang digunakan buat pengamal-pengamal sihir, dan tiang seperti ini dibina dan dimulyakan oleh satanis. karena mempunyai kaitan dengan amalan sihir mereka..

    dan bagi umat islam, tiang yang dipanggil “obeliks” ini melambangkan tempat syaitan berkumpul. Oleh karena itu tiang seperti ini disuruh dilontar dengan batu, simbolik pertenangan terhadap syaitan.!!

    #just for share.. ^_^

  2. i see… bisa jadi mungkin di awal dibuatnya seperti itu. sama lah mungkin dengan berhala yang dibuat dengan tujuan untuk disembah. tapi itu kan di awal peruntukannya. sekarang di jaman ini, semua apa yang nampak fisik hanyalah sekedar kenangan / memorial untuk apa yang ada di masa lampau.
    dan apa yang saya ceritakan juga berdasar perbandingan verbal tanpa bermaksud apapun.

    anyway, thank u ya atas masukannya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: